Ahlan Wa Sahlan, Cinta!

Gema Fikri
(CEO RUMAH SAFA)

 

Dia lah Alloh yang menganugrahkan Cinta. Cinta adalah fitrah, cinta adalah karya Rabb semesta alam untuk menghiasi dunia. Cinta adalah sepenggal kata yang dapat menyimpulkan sekelumit kalimat panjang seorang Nabi bernama Muhammad tentang Khadijah kekasih hatinya:

 

“Demi Allah! Ia tidak memberikan ganti untukku yang lebih baik darinya (Khadijah). Khadijah telah beriman kepadaku ketika orang-orang masih kufur, ia membenarkanku ketika orang-orang mendustakanku, ia memberikan hartanya kepadaku ketika manusia lain tidak mau memberiku, dan Allah memberikan kepadu anak darinya dan tidak memberiku anak dari yang lain.”

 

Ya, Muhammad pun telah jatuh Cinta! Maka apa yang kita rasakan kini pun adalah rasa yang sama, dengan apa yang dirasakan seorang Nabi Mulia Muhammad SAW, tentang merasakan adanya jiwa lain yang melengkapi dan menyempurnakan hari-hari kita, kehadirannya memberikan semangat kehidupan dan ketiadaannya adalah duka.

Ya inilah Cinta, maka syukurilah kehadirannya dan ucapkanlah selamat datang padanya,

Ahlan wa sahlan, CINTA…

 

 Sentuhlah Cinta!

“Dihalalkan bagi kalian pada malam hari bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kalian; mereka itu adalah pakaian bagi kalian, dan kalian pun adalah pakaian bagi mereka,..”

[Al Baqarah: 187]

Lupakan cinta jiwa yang tak berujung di pelaminan (Serial Cinta, Anis Matta), ia hanya akan menggerogoti kehidupanmu, merusak jiwa dan ragamu. Hanya akan menjadi penyakit bagimu. Lupakan dan tinggalkanlah ia, selama-lamanya.

Cinta butuh persentuhan raga, ia butuh tatapan mata, genggaman erat, pelukan mesra. Tanpa itu semua ia hanyalah Siksaan Dunia, Lupakan! Terbukalah, bukalah jiwa dengan kunci ikhlas terhadap setiap takdir Tuhan, janganlah menutup pintu jodoh hanya karena cinta yang tak sampai. Percayalah bahwa Alloh telah menyiapkan seorang pasangan sholih/ah dan baik untuk menghantarkanmu ke pelaminan. Biarlah ia menjadi Halal untukmu, dan sentuhlah cintamu, dengan sentuhan jiwa dan sentuhan raga saat itu telah dihitung sebagai amal ibadah.

 

“Lebih baik bagi salah satu dari kalian memegang bara api yang panas dari pada menyentuh wanita yang bukan mahram.”

[HR. Sahihain]

 

Luruskan Niat Cinta

“Ada tiga golongan manusia yang berhak Allah tolong mereka, yaitu seorang mujahid fi sabilillah, seorang hamba yang menebus dirinya supaya merdeka dan seorang yang menikah karena ingin memelihara kehormatannya“.

[HR. Ahmad 2: 251, Nasaiy, Tirmidzi, Ibnu Majah hadits no. 2518, dan Hakim 2: 160]

 

Kembalikanlah Cinta kepada  yang  Maha Memiliki Cinta, hingga ia yang akan menjaganya ketika lelah sedang menerjang, amarah sedang meradang, saat ego tak mau menghilang. Karena  Dia  yang akan menjaganya, saat raga tak lagi muda, mata yang tak lagi jelas memandang, dan tubuh kian renta. Karena Dia yang akan menjaganya tetap terjalin ketika air mata dan kerinduan mengalir deras saat maut memisahkan di dunia, Dialah yang akan menyatukan Cinta kembali bersama di Jannahnya.

Luruskanlah Niat Cinta, karena itu satu-satunya cara dan jalan agar Cinta terpelihara dan besemayam selamanya. Luruskan Niat Cinta untuk menuju JannahNya, hingga saat ujian datang melanda, taka da jiwa yang terhina karena dipersalahkan, tak ada masalah yang cukup besar untuk mengurangi keindahan Cinta, karena semua kembali kepadaNya.

 

 

Mulailah Semua dengan Merayakan Cinta

Sebenar-benar perayaan cinta adalah pernikahan. Menjadikan apa-apa yang sebelumnya mengundang murka Tuhan menjadi membawa rahmat Tuhan. Dengan Pernikahan, Alloh sempurnakan ibadahmu, lelahmu menafkahi keluarga dijadikannya ibadah, mendidik anak/istri menjadi ibadah, bahkan sikap mesra pun adalah ibadah bagi suami istri. Pernikahanlah yang akan menggantikan rasa gundah dengan bahagia dan melengkapi rindu dengan bertemu. Rayakanlah Cintamu dengan Menikah sungguh itu adalah nikmat yang tak terhitung banyaknya.

Share