Pernikahan merupakan momen yang sangat berkesan dalam kehidupan seseorang. Pernikahan menjadi suatu yang sakral karena disanalah adanya keterikatan janji suci, dalam islam disebut dengan ijab qabul. Dimana pengantin laki-laki mengambil alih tanggung jawab seorang ayah pada anak perempuannya. Pengantin laki-laki berjanji akan menjaga dan menafkahi pasangannya dengan yang seharusnya. Perjanjian ini didampingi dengan mahar atau mas kawin yang diberikan oleh pengantin laki-laki kepada pengantin perempuan sebagai tanda kesepakatan. Dalam upacara pernikahan ini malaikat turun dan mengamini tiap do’a-do’a yang dilantunkan untuk sang mempelai.

 

Dalam Islam, merayakan pernikahan (walimah) memiliki dasar hukum sunnah muakkadah. Sunnah muakadah adalah sunnah yang di kuatkan atau sunnah yang disangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi jika ditinggalkan tidak berdosa. Lalu bagaimanakah pernikahan secara Islami (Islamic Wedding) itu? Sebentar lagi kita akan membahasnya.

 

Karena pernikahan merupakan sebuah amalan ketaatan kepada Allah Subhanallahu wa ta’ala, maka sebaiknya lakukan acara tersebut secara Islami. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam mengadakan acara pernikahan :

 

  1. Menghindari Ikhtilath (Percampuran)

Ikhtilath merupakan percampuran antara undangan laki-laki dan perempuan dalam satu tempat. Jika memungkinan dalam hal situasi dan kondisi ada baiknya menggunakan sekat pemisah antara undangan laki-laki dan perempuan dalam acara. Katering dan sajian makanan dapat dibuat menjadi dua, di tempat undangan laki-laki dan di tempat undangan perempuan. Selain menghindari Ikhtilath, hal ini membuat para undangan perempuan lebih nyaman untuk memilih makanan dan sajian lainnya. (QS An Nur : 30-31)

 

  1. Mengikuti rukun-rukun pernikahan Islam

Islam mengatur dengan baik hukum pernikahan. Ada beberapa rukun dan syarat sah menikah yang  harus dijalankan. Seperti adanya wali bagi mempelai wanita. Bila tidak ada Ayah kandung sebagai wali, dapat digantikan dengan wali Paman atau kakak laki-laki. Jika ingin melakukan pernikahan, pelajarilah dengan baik apa-apa saja yang diperlukan dan dibutuhkan sebagai rukunnya.

 

  1. Mengenakan Pakaian yang menutup Aurat

Pernikahan Indonesia biasanya menggunakan pakaian adat. Diantara pakaian adat ada pula yang memiliki tradisi menggunakan konde atau baju yang terbuka, khususnya untuk pengantin perempuan. Sebaiknya dalam pernikahan pun kita dapat menjaga aurat dengan baik. Pemilihan pakaian pernikahan sangatlah penting dalam hal ini. Jika keluarga tetap menginginkan untuk menggunakan pakaian adat, usahakan pakaian tersebut tidak ketat, tidak menampilkan lekuk badan, dan tidak menjadikan kita memperlihatkan rambut atau konde. Gunakanlah solusi yang baik. Hindari hal-hal yang membuat kita menjadi tidak taat kepada Allah dalam acara yang sakral ini (QS An Nur : 31, QS Al Ahzab : 59)

 

  1. Mengenakan Tata Rias Islami

Tata rias merupakan hal yang menjadi sorotan dalam acara pernikahan bagi wanita. Mempelai wanita biasanya akan dirias lebih cantik pada hari pernikahannya. Namun ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih tata rias. Seperti penggunaan bulu mata dan cukur alis. Menyambung rambut (termasuk menggunakan bulu mata) dan mencabut bulu diwajah (mencukur alis) tidak dianjurkan dalam ajaran Islam. (QS An Nisaa’: 116-119, QS Al Hasyr : 7)

 

  1. Memilih makanan yang baik

Kategori makanan yang baik salah satunya adalah makanan yang halal. Makanan yang halal akan memberikan manfaat dibandingkan dengan makanan yang tidak halal (QS Al Baqarah : 168). Kemudian selanjutnya adalah makanan yang tidak mubadzir dan berlebihan. Buatlah jumlah makanan dalam acara tersebut pas atau lebih sedikit untuk dapat disedekahkan namun tidak terlalu berlebihan (QS Al Isra : 26-27)

 

  1. Tetap melaksanakan Ibadah Sholat wajib

Pernikahan yang dilaksanakan acara akad dan resepsi pada satu hari sekaligus, biasanya hanya memiliki jeda waktu yang begitu singkat. Terutama bagi mempelai wanita yang sibuk di make up ulang, membuat waktu sholat terkadang sering tertinggal dikebanyakan acara pernikahan. Maka semestinya kita sudah memperhitungkan waktu. Sebaiknya pengantin wanita maupun pria tetap menjaga wudhu untuk mempermudah dan mempersingkat waktu. Jika terasa berat, minta kepada Wedding Organizer untuk mempersiapkan waktu sholat untuk calon mempelai.

 

Intinya dalam menjalankan pernikahan yang islami adalah perayaan yang mengikuti dan tidak meninggalakan unsur-unsur islami. Karena jangan biarkan hari yang seharunya mendapatkan barokah menjadi tidak baik karena kita melanggar aturan Islam. InsyaAllah semoga acara pernikahan Islami menjadi lebih familiar dikalangan muslim dan muslimah di Indonesia. Wallahu’alam

 

Share