Sahabat Rumah Safa, menggunakan cincin bagi pasangan merupakan hal yang lazim di Indonesia. Biasanya cincin digunakan sebagai hadiah saat melakukan lamaran (khitbah) ataupun sebagai mas kawin (mahar) pada acara pernnikahan. Namun yang sering menjadi pertanyaan adalah apakah boleh laki-laki menggunakan cincin emas baik dalam prosesi lamaran ataupun akad nikah. Bagi wanita mengenakan perhiasaan diperbolehkan dalam islam, lalu bagaimana dengan laki-laki?

Dari Segi Agama

“Diharamkan memakai pakaian sutera dan emas atas laki-laki dari umatku”. (Hadist HR. Turmudzi)

“Emas dan sutra dihalalkan bagi para wanita dari ummatku, namun diharamkan bagi para pria”. (HR. An Nasai dan Ahmad)

Barangsiapa dari umatku mengenakan emas kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya emas di surga.Dan barangsiapa Dari umatku yang mengenakan sutera kemudian dia mati masih dalam keadaan mengenakannya maka Allah mengharamkan baginya sutera di surga.” (HR. Ahmad)

Barangsiapa yang beriman kepada Allahdan hari akhir, maka janganlah mengenakan sutra dan (memakai perhiasan emas).“(HR Ahmad, Hakim dan Ath-Thabrani)

”Telah diharamkan memakai sutera dan emas bagi laki-laki dari umatku dan dihalalkan bagi wanitanya.”(HR Turmuzi dengan sanad hasan shahih)

Dan tidaklah patut bagi laki-laki yg mukmin & tdk (pula) bagi perempuan yg mukminah, apabila Allah & RasulNya telah menetapkan suatu ketetapan, akan ada bagi mereka pilihan (yang lain) tentang urusan mereka” (Al-Ahzab: 36)

Dari Segi Kesehatan

Laki-laki dianjurkan tidak memakai perhiasaan emas dalam waktu yang lama, karena dalam emas mengandung atom yang dapat masuk melalui lapisan kulit dan dapat mengakibatkan penyakit alzheimer. Sedangkan wanita diperbolehkan menggunakan perhiasan emas karena, partikel bahaya akan keluar setiap bulannya melalui menstruasi.

Bagi muslim lebih baik tidak menggunakan cincin emas karena hadits-hadits diatas telah menjelaskan larangan bagi laki-laki mengenakan cincin emas. Laki-laki diperbolehkan mengenakan cincin yang terbuat dari perak dalam Al Muntaqo Syarh Muwatho’ (2/90), disebutkan bahwa perak bagi pria dibolehkan dalam tiga penggunaan, yaitu pedang, cincin dan mushaf.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menulis atau ingin menulis. Ada yang mengatakan padanya, mereka tidak membaca kitab kecuali dicap. Kemudian beliau mengambil cincin dari perak yang terukir nama ‘Muhammad Rasulullah’. Seakan-akan saya melihat putihnya tangan beliau.” (HR. Bukhari no. 65 dan Muslim no. 2092).

 

Sebagai jalan keluar, untuk pihak laki-laki dapat menggunakan cincin berbahan lain, seperti Baja, Perak, atau Platinum. Perak termasuk logam yang memiliki nilai, walaupun masih dibawah emas. Sedangkan platinum atau biasa disebut dengan emas putih merupakan logam langka yang tidak diproduksi di Indonesia sehingga biasanya memiliki harga yang sangat mahal. Hal ini menyebabkan banyak terjadi pemalsuan emas putih, dengan menggunakan bahan dasar emas, kemudian disepuh silver.

Sahabat tidak perlu khawatir jika ingin memiliki warna cincin seragam dengan pasangan, Perak atau Platinum dapat disepuh dengan sewarna emas (selama tidak memiliki unsur yang sama dengan emas).

Share