Pre-wedding menurut umum adalah pengambilan foto yang dilakukan sebelum acara pernikahan, bisa berupa foto dokumentasi sebuah acara adat sebelum pernikahan, foto dokumentasi pertunangan maupun foto gaya yang selama ini banyak diketahui oleh orang dengan sebutan Pre-wedding. Pengambilan foto pre-wedding  biasanya digunakan sebagai pelengkap dekorasi ruangan pada acara pernikahan yang diletakan dekat pintu masuk acara.

Lalu apa yang dimaksud dengan foto pre-wedding islami? Apa yang membedakan dengan foto pre-wedding pada umumnya?

Berikut penjelasannya menurut Ahmad Sarwat Lc (www.rumahfiqih.com/x.php?id=1206524658&=hukm-foto-pre-wedding.htm) :

  1. Hukum Fotografi

Pendapat 1:

Sesungguhnya orang yang paling berat siksaannya nanti di hari kiamat, yaitu orang-orang yang menggambar gambar-gambar ini. Dalam satu riwayat dikatakan: Orang-orang yang menandingi ciptaan Allah. (HR Bukhari dan Muslim)

Barangsiapa membuat gambar nanti di hari kiamat dia akan dipaksa untuk meniupkan roh padanya; padahal dia selamanya tidak akan bisa meniupkan roh itu. (HR Bukhari)

Pendapat 2:

Bahwa photografi bukanlah menggambar melainkan pencerminan

 

  1. Foto Berduaan Bukan Mahram

Berduaan dalam konteks pose berdua dalam pemotretan maka berkhalwat.

Berduaan dalam hasil frame cetak menimbulkan Fitnah

 

  1. Jalan Tengah

Diperbolehkan Foto Pra Wedding selama tidak berkhalwat yang bukan mahramnya dan begitu pula pada hasilnya. Karena hukumnya akan kembali pada hukum berfoto.

 

Jadi foto pre-wedding islami merupakan foto yang berasal dari pengambilan gambar terpisah dengan penyajian yang terpisah pula. Kita bisa mensiasati hal ini dengan banyak kreasi. Rumah safa menyediakan pengambilan foto pre-wedding islami yang menarik dan terkesan romantis.

Yuk Persiapkan Pernikahan Islami-mu di Rumah Safa Boutique & Islamic Wedding

Share