Masa pernikahan merupakan masa-masa dimana kehidupan berubah. Awal dari kehidupan yang baru. Kehidupan yang akan membangun generasi penerus. Kehidupan yang mengajarkan banyak hal-hal baru. Pernikahan adalah salah satu ibadah yang sangat penting, suatu mitsaqan ghalizan (perjanjian yang sangat berat). Banyak konsekuensi yang harus dijalani pasangan suami-isteri dalam berumah tangga. Maka menjelang saat itu, perlu adanya beberapa persiapan. Persiapan yang matang akan memudahkan kita dalam menghadapi setiap kejadian yang ada setelah pernikahan.

 

Hal-hal yang perlu dipersiapkan antara lain:

 

  1. Persiapan spiritual/moral

Orang yang baik akan dipertemukan dengan orang yang baik dan sebaliknya (QS An Nuur : 26). Bila kita menginginkan pasangan yang baik, maka perbaiki diri merupakan solusi yang terbaik.

 

  1. Persiapan konsepsional

Pemahaman mengenai hal-hal yang terkait dengan pernikahan. Memiliki pemahaman mengenai konsep berumah tangga, membuat kita akan terasa lebih mudah dan bahagia menjalaninya. Akan ada ketenangan dan kegembiraan tersendiri bila konsep sudah kita persiapkan secara matang.

 

  1. Persiapan kepribadian

Mempersiapkan diri menjadi kepribadian yang ingin mengenal (tidak selalu ingin dikenal) karena pasangan kita awalnya merupakan orang asing bagi kita. Ada baiknya kita mempersiapkan diri menjadi orang yang lebih peduli dengan orang lain. Kelak kita akan menemukan perbedaan-perbedaan dalam berumahtangga. Perbedaan tersebut timbul karena perbedaan lingkungan sebelumnya.

 

  1. Persiapan Material

Islam tidak menghendaki kita berfikiran materialistis, yaitu hidup yang hanya berorientasi pada materi. Akan tetapi bagi seorang suami, yang akan mengemban amanah sebagai kepala keluarga, maka adanya kesiapan calon suami untuk memberi nafkah perlu diutamakan. Sebaliknya bagi fihak wanita, perlu adanya kesiapan untuk mengelola keuangan keluarga. InsyAlloh bila suami berikhtiar untuk menafkahi maka Alloh akan mencukupkan rizki kepadanya. “Alloh menjadikan bagi kamu isteri-isteri dari jenis kamu sendiri dan menjadikan bagimu dari isteri-isteri kamu itu anak-anak dan cucu-cucu, dan memberimu rezki dari yang baik-baik. Maka mengapakah mereka beriman kepada yang bathil dan mengingkari ni’mat Alloh?” (QS. 16:72).

 

  1. Persiapan Sosial

Setelah sepasang manusia menikah berarti status sosialnya dimasyarakatpun berubah. Mereka bukan lagi gadis dan lajang tetapi telah berubah menjadi sebuah keluarga. Sebagai akibatnya, mereka pun harus mulai membiasakan diri untuk terlibat dalam kegiatan sosial di kedua belah pihak keluarga maupun di masyarakat. “Sembahlah Alloh dan janganlah kamu mempersekutukanNya dengan sesuatu. Dan berbuat baiklah terhadap kedua orang tua, kerabat-kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin,” (Q.S. An-Nissa

Share