Rias Islami Pernikahan Rumah Safa

Dwi Aang
(Perias/Pelopor Rias Syar’i Indonesia)

Sahabat Rumah Safa, Pernikahan adalah hari dimana paling bahagia bagi calon pengantin terutama wanita. Pengantin wanita pastinya ingin tampil cantik di hari bahagia. Pakaian pengantin yang indah yang di dukung dengan tata  rias yang sangat cantik. Tapi bagi seorang muslimah banyak yang merasa bingung dan bertanya-tanya tentang riasan yang cocok bagi mereka, bagaimana ya untuk tampil cantik namun Islami. Berikut tata rias pernikahan islami yang disediakan Rumah Safa:

 

1. Perias Muslimah

Kadang karena terdorong rasa ingin terlihat cantik, seorang muslimah terlupa menanyakan terkait perias yang akan merias hari pernikahannya tersebut. Pastikan perias sahabat di hari pernikahan adalah seorang wanita (muslimah). Hal ini lebih menenangkan dan menjauhkan sahabat dari hal-hal yang dilarang agama. Membiarkan laki-laki merias wajah muslimah pastinya muslimah akan merasa tidak nyaman selain itu tidak diperbolehkan dalam ajaran islam.

 

2. Tidak Mencukur/mencabut Alis

Dalam merias alis tidak akan ketinggalan untuk dirias dan dibentuk sesuai keinginan, namun membentuk alis dengan mencukur/mencabut alis tidak diperbolehkan di dalam islam.

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat wanita yang menghilangkan bulu alis dan yang meminta dihilangkan bulu alisnya.” (HR. Abu Dawud, dan terdapat hadits pendukung yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari & Muslim)

“Allah melaknat wanita yang membuat tato, wanita yang minta dibuatkan tato, wanita yang mencabut alisnya, wanita yang minta dicabutkan alisnya, dan melaknat wanita yang mengikir giginya untuk tujuan memperindahnya, wanita yang merubah ciptaan Allah Azza wa Jalla.” (HR. Bukhari dan Muslim dari shahabat Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu)

Teknik-teknik riasan modern mampu mendukung hal tersebut, dimana alis sahabat akan terlihat lebih rapi, meskipun tidak mencukur/mencabut alis.

 

3. Tidak Menyambung Bulu Mata

Dalam mempercantik area mata, biasanya perias akan langsung memasangkan bulumata palsu pada pengantin agar riasannya terlihat cantik. Bagi perias konvensional hal ini menjadi lazim dan tidak akan ditanyakan kepada pengantin. Bahkan meskipun pengantin menolak kadang perias tetap ‘memaksa’ pengantin untuk tetap menggunakan bulu mata palsu, karena teknik riasnya mensyaratkan hal tersebut untuk dapat tampil cantik. Untuk sahabat yang menginginkan rias islami, ada baiknya mencari perias yang memiliki kemampuan yang memiliki pengetahuan tentang rias syari, sehingga sahabat mendapatkan hasil rias yang maksimal namun tetap sesuai dengan ajaran Islam.

“Sesungguhnya Allah melaknat wanita-wanita yang menyambung rambutnya dan yang meminta disambungkan rambutnya, wanita-wanita yang bertato dan yang meminta ditatokan untuknya.” HR Al- Bukhari no:5477). (Fatwa Lajnah Daimah V/191)

 

4. Pastikan Menggunakan Kosmetik yang Halal

Produk-produk kosmetik saat ini sangat bervariasi, bahan-bahan yang digunakan dalam kosmetik pun bervariasi. Saat ini produk kosmetik banyak memakai bahan kimia dan bahan yang tidak halal, pastikan produk kosmetik yang dipakai tidak berbahaya dan sudah memiliki sertifikat halal. Selain melekatnya zat-zat haram dipermukaan kulit sahabat, Kosmetik mengandung zat-zat haram membuat sahabat tidak dapat melaksanaakan sholat selama terpapar kosmetik tersebut.

 

5. Menggunakan Alat Make Up Halal

Saat ini cukup banyak beredar alat makeup dipasaran, berbahan dasar Bulu Hewan ataupun Sintetik. Untuk yang berbahan dasar bulu hewan biasanya menggunakan Ekor Kuda, ataupun Bulu Babi, karena menghasilkan bulu yang lembut dan cocok untuk pulasan. Salah satu perbedaannya alat make up berbahan dasar ekor kuda memiliki harga yang jauh lebih tinggi daripada berbahan dasar bulu babi. Untuk alat makeup berbahan sintetik yang memiliki hasil lembut dan pulasan yang baik juga memiliki harga yang lebih tinggi. Rumah Safa berkomitmen untuk hanya menggunakan alat make up yang halal dan berkualitas bagi setiap pengantin.

 

Lima point di atas adalah beberapa yang harus diperhatikan dalam tata rias pengantin Islami. Yuk kita pernikahan yang lebih Islami untuk memulai awal dari keluarga Sakinah Mawadah dan Rahmah.

Share